MENULIS ARTIKEL GAMPANG KOK

bapake 1. Apakah artikel itu? Banyak orang beranggaapan bahwa menulis itu sulit, apalagi menulis artikel. Tahukah Anda apakah artikel itu. Artikel adalah tulisan yang membahas tentang sesuatu yang biasanya dipaparkan secara ekposisi. Isinya bersifat keilmuan, penjelasan hal praktis, atau teori baru di bidang ilmu pengetahuan yang dikemas dengan bahasa yang ringan. Artinya, bahasa yang digunakan harus mudah dimengerti oleh pembaca media. Ya, artikel memang biasanya dimuat di media massa baik koran, majalah, tabloid, jurnal, dan sebagainya.

 

Pengertian lain tentang artikel dikemukakan oleh Sharon Scull (1987) yang mengemukakan bahwa artikel merupakan bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam atau sosial dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana dan mengapa fenomena alam atau sosial tersebut terjadi. Suatu artikel kadang-kadang menawarkan suatu alternatif bagi pemecahan suatu masalah.

Menjadi seorang penulis artikel di media cetak saat ini sudah menjadi bagian dari life style kalangan ilmuwan maupun praktisi. Kegiatan ini dipandang terhormat bagi kalangan intelektual. Ini tentu saja sangat membantu mereka dalam hal popularitas. Bagaimana pun ahlinya seseorang tanpa menulis di media massa rasanya kurang bergengsi. Bagi guru dan dosen misalnya, selain menambah popularitas, tulisannya di media cetak nasional akan dihargai dengan kredit point yang akan berguna dalam hal kenaikan tingkat. Untuk itu beberapa media cetak bahkan ada yang secara sengaja memberikan ruang bagi guru untuk menulis. Pikiran Rakyat misalnya menyediakan pojok guru menulis, sementara Republika menyediakan rubrik pojok guru. Tidak tanggung-tanggung bagi para guru pun langsung diberikan alamat emailnya apabila berkeinginan menulis pada media tersebut.

Secara pelan namun pasti para penulis artikel di media cetak akan diberikan label sebagai kaum intelektual. Akan tetapi jangan dulu berputus asa bagi Anda yang baru saja mengenal dunia tulis menulis, termasuk apa itu artikel, bagaimana cara menulisnya, apa yang harus ditulis, dan lain sebagainya. Pada tulisan ini penulis ingin mengajak pembaca untuk segera membuka mata terhadap dunia menulis.

2. Apa yang harus ditulis?

Tentu saja pertanyaan pertama yang menghinggapi benak kita sebagai penulis pertama adalah apa yang harus saya tulis. Tak jarang bahkan hampir semua penulis pernah merasakan kebingungan serupa ketika mengawali kegemaran dunia menulis. Jangan heran dan tak usah berputus asa! Kebingungan itu sebenarnya akan terjawab apabila kita memiliki kepekaan terhadap masalah atau hal yang menarik di sekitar kita, yang terkadang hal ini tidak kita sadari. Kala demikian maka jika kita merasa bingung tentang apa yang harus saya tulis, maka bukan menjadi alasan lagi untuk tidak menulis, sebab di sekitar kita banyak hal yang menarik yang dapat kita tulis.

Berikut ini penulis kemukakan beberapa hal dalam mempertimbangkan tentang apa yang harus kita tulis.

a) Cobalah berpikir apa yang menjadi permasalah dalam pekerjaan kita. Tentu bagi kalangan guru misalnya, permasalahan itu berkutik soal pengelolaan kelas, meningkatkan keberhasilan siswa, memanfaatkan lingkungan sebagai media, menangani anak ”istimewa” dan sebagainya. Begitu banyak permasahana yang ada di sekitar kita bukan?

b) Cobalah pikirkan apakah kalau Anda menulis masalah tersebut akan bermanfaat bagi orang lain? Tentu saja kebermanfaatan itu akan muncul tentunya apabila Anda bukan untuk sekedar mengangkat permasalahan yang ada, karena orang lain pun sudah tahu masalah itu. Nah, untuk itu, kebermanfaatan itu akan ada jika Anda menemukan sebuah solusi pemecahan atas masalah yang akan Anda bahas. Bagi pembaca, tentu saja sulusi yang Anda tuliskan itu akan merupakan sebuah insprirasi yang berharga bagi orang lain. Ini akan dirasakan karena orang lain tidak terlalu menaruh perhatian terhadap solusi masalah itu, maka ketika Anda menyajikan solusinya maka baginya tentu saja sebuah hal yang sangat berharga.

c) Dari mana memulainya? Ini juga adalah hal yang menjadi penyakit umum. Ketika seseorang ingin menulis sesuatu, maka ketika niat sudah bulat untuk menulis dengan semangat yang tinggi, tetapi akhirnya harus kandas karena tiba-tiba kehilangan kata-kata. Jika tidak demikian, Anda mengalah di tengah perjalanan ketika Anda mulai merasakan kebuntuan. Selain itu, ada juga yang harus menyudahi penulisannya akibat merasakan bahwa kalimat yang ditulisnya meragukan. ”Sudahkan benr tulisan saya” dan lain sebagainya. Inilah beberapa penyakit yang memang menghinggapi kita manakala menulis artikel. Untuk itu agar tulisan kita tuntas maka pastikan bahwa kita memamahi masalah yang akan kita paham secara tuntas. Artinya bukan hanya sekedar mengetahui tentang apa yang terjadi, tetapi kita memiliki pandangan seharusnya bagaimana. Tentang kebuntuan kehabisan kata-kata, itu dikarenakan kita kurang pandai mengorganisasikan kalimat. Bkankah kita sudah tahu bahwa secara umum tulisan itu terdiri atas bagian pendahuluan, inti, dan akhir. Nah, pandai-pandailah mengorganisasikan ide-ide, mana yang harus ditulis di bagian awal, apa yang harus ditulis pada bagian pembahasan, dan bagaimana mengakhiri tulisannya.

d) Perhatikan orizinalitas tulisan. Artinya, pastikan bahwa hal yang kita tulis itu adalah hal baru yang belum pernah dibahas orang lain. Jikalau memang pernah ada tulisan serupa dengan yang akan kita bahas, maka yakinlah bahwa apa yang akan kita tulis itu memang beda dengan mereka. Beda dari segi isinya, beda dari sudut pandangnya, beda dari cara memberikan solusinya, dan tentu saja juga harus beda dari segi bahasanya. Perlu diingat bahwa ketika kita menulis suatu artikel, iatu berarti bahwa kita memberikan sebuah ”suguhan” kepada pembaca kita. Sebagaimana layaknya sebuah suguhan tentu saja yang harus memenuhi selera pembaca agar mereka mau mencicipinya, bahkan melahapnya. Untuk itu dalam sebuah artikel kita harus menggunakan bahasa yang populer, yang mudah dipahami berbagai kalangan pembaca—mengingat segmen pembaca media cetak yang kita jadikan media untuk memuatnya dibaca oleh berbagai kalangan. Bahasa pun harus terasa renyah di ’mulut’ pembaca sehingga terasa nyaman untuk dicerna. Ingatlah bahwa media cetak selain informatif juga menjadi bahan rekreatif. Oleh karena itu gunakan kata-kata yang juga ”menghibur” pembaca. Jangan suguhkan sesuatu yang membuat mereka menjadi kaget setengah mati dibuatnya.

3. Kenali Media!

Setelah menulis sebuah artikel, permasalahan selanjutnya yang dihadapi penulis adalah ke mana tulisannya harus dikirim. Sebetulnya ketika kita membaca skimming sebuah media tentu tak akan menemukan bahwa hampir semua media cetak menyediakan ruang khusus untuk penulis luar. Artinya, kalau berita tentu ditulis oleh wartawan media tersebut, sedangkan kolom yang menyajikan tulisan artikel termasuk di dalamnya esai ditulis oleh penulis luar, misalnya guru, dosen, praktisi, pengamat sosial, LSM, dan sebagainya.

7 thoughts on “MENULIS ARTIKEL GAMPANG KOK

  1. Aslkm,,,pak
    ini dengan ai nurhamidah , kls 1-A semester1 mahasiswi UT
    saya sudah baca blog bpk tentang artikel,
    setelah saya baca, artikel bpk memberikan informasi
    yang menambah wawasan saya.
    Wass

  2. Makasih Kang Barnas, abdi mah bangga ka Kang Barnas, jadi ingeut keur di SPG Kang Barnas sudah rajin menulis dan pernah juara menulis karya ilmiah. Saya ge hayang nulis tapi panyakitna biasa males. Tapi Kang Barnas jd inspirasi buat saya, saya mau mencoba menulis artikel. Kalau ada kesulitan saya akan menghubungi Ki Sunda. Ok sukses selalu buat temanku tercinta, kang Barnas.

    • Ok makasih pujiannya kang Feri, sy jadi ngapung dih dipuji berlebihan ah…selamat menulis bung…bila mau dipublikasikan di blog saya dengan senang hati silakan nanti saya muat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s