MENGAPA KITA GAGAL DALAM MENULIS?

Anda ingin tahu mengapa Anda gagal dalam menulis? Kenalilah beberapa kebiasaan yang jelas saat menulis! Seringkali kita mengalami kega-galan dalam hidup ini. Tidak apa- apalah hal itu terjadi. Orang yang tak pernah gagal adalah orang yang tak akn akan sukses. Tiada seorang pun di dunia ini yang hidupnya selalu mulus. Demikian juga halnya dengan menulis. Orang beranggapan bahwa sekali mengalami kegagalan menulis maka langsung jera atau mungkin sangat enggan untuk memuai memulainya lagi.

Pendapat yang sangat salah kaprah adalah bahwa menulis itu bakat. Kalau orang yang tak punya bakat menulis tidak akan pernah sukses menulis. Penulis yakin bahwa Anda pun akan sependapat bahwa menulis tidaklah semata-mata karena bakat. Kalau seorang penulis sukses karena semata-mata karena bakat, mungkin orang itu tak pernah mengalami kegagalan dalam menulis.

Orang sering menyadari kekeliruannya dalam menulis. Itu sudah bagus. Sebab salah satu ciri orang yang akan maju adalah akan menyadari kekurangan dalam dirinya adala orang yang menyadari kekurangannya. Namun yang tidak boleh dilakukan adalah justru karena terdapat kekurangan itu lantas menjadi bumerang bagi dirinya sehinggan merasa enggan memperbaiki diri.

Dalam hal tulis menulis juga perlu disadari beberapa kebiasaan yang membuat kita gagal. Kebiasaan ini tentu saja salah dan tidak dianjurkan.

1. Menulis terlalu banyak ”pertimbangan.” Artinya, ketika kita kana menulis, selalu dihantui dengan perasaan takut salah, merasa kurang berbobot, merasa tidak sama dengan penulis lain yang sukses, bingung menerapkan kaidah, dan sejenisnya. Itulah penyakitnya penulis pemula. Jika Anda ingin memulai menulis, ya menulislah! Jangan pernah dihantui oleh pertimbangan ini dan itu. Yang penting adalah apa yang ada dalam pikiran Anda tulislah.

2. Menulis sambil mengedit. Jangan dulu terlalu ”teliti” kalau Anda sebagai penulis pemula! Inilah akibatnya. Ketika menulis satu kalimat saja Anda langsung membacanya lagi berulang-ulang. Lalu kalimat kedua, Anda mempertimbangkannya lagi tentang koherensinya, pilihan katanya, tanda bacanya, ejaannya, dan lain sebagainya. Wah, kalau begitu kapan tulisan Anda akan selesai? Lalu bagaimana sebaiknya? Tentu saja Anda harus melakukannya terus. Jangan menulis sambil mengedit. Selain tidak efisien waktu, juga ide-ide yang ada dalam benak Anda mungkin akan keburu hilang karena kelelahan. Akibatnya tulisan kita tidak tuntas.

3. Sering Kehabisan kata-kata. Gejalanya ketika Anda menulis satu atau dua kalimat langsung merasa bingung, harus apa selanjutnya? Anda merasakan bahwa ”unek-unek” yang ada dalam pikiran langsung buyar, hilang entah kemana. Ketahuilah, bahwa penyebab penyakit ini ada pada kebiasaan Anda. Pertama, Anda kalau menulis terlalu mengunakan kalimat yang terlalu umum. Anda kurang akrab dengan hal-hal yang lebih spesipik. Akibatnya, ketika Anda menulis satu dua kalimat langsung bingung kalimat apa selanjutnya lagi. Kedua, Anda tidak menguasai teori tentang paragraf. Sering menumpuk beberapa ide pokok dalam satu paragraf. Tadinya ide itu akan ditulis dalam satu karangan tapi ternyata ketika ditulis Anda merasa cepat selesai hanya dengan satu paragraf saja. Cobalah Anda baca sendiri, mungkin kalimat Anda itu perlu dijabarkan lagi dengan kalimat penjelas-kalimat penjelas yang lain.

4. Menulis pada situasi yang dipaksakan. Saya tekankan bahwa menulis itu harus dilakukan secara enjoy. Ketika Anda menulis pastikan bahwa saat itu kita sedang merasa fit untuk menulis. Perasaat fit di sini dapat dilihat dari beberapa indikator. Pertama, fisik Anda sedang sehat walafiat, tidak dalam keadaan sakit, mabuk, atau kelelahan. Kedua, pastikan bahwa situasi lingkungan sangat kondusif. Ini penting mengingat menulis merupakan kegiatan cukup kompleks. Pada saat menulis otot dan otak bekerja sama secara sinergis. Di samping itu perlu didukung oleh kondisi fsikhis yang oke. Tangan menuliskan apa yang ada di otak. Jadi walaupun tangan siap mengoreskan pena atau menghentakan jari jemari para keyboard komputer Anda tapi kalau otak tak memproduksikan ide, maka apa yang kita tulis akan hambar, tak lebih dari tulisan biasa yang tidak akan merasa tertarik untuk dibaca. (BARS)

One thought on “MENGAPA KITA GAGAL DALAM MENULIS?

  1. Makasih Kang comment-nya di blokpakguru. Pengin sih sebenarnya meng-upload (bahasa yang baik n benar apa neeh…?) tulisan-tulisan saya, tapi belum sempat. Maklum Kang, lagi disuruh kuliah lagi sama pemerintah. Dan payahnya, otak tua memang lain dengan jaman 20 tahun lalu.
    Insya Allah setelah selesai kuliah, saya akan coba tata ulang blog saya, sekalian coba up load tulisan-tulisan. Siapa tahu berguna.
    Gitu Kang, salam kenal juga.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s